
JAMBI (HUMAS) - MAN 1 Kota Jambi sukses menggelar Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam. Acara yang berlangsung selama dua hari, mulai Senin hingga Selasa (22-23 Juni 2026) ini, ditujukan untuk menyelaraskan metode pembelajaran modern yang berpusat pada nilai-nilai kasih sayang serta pemahaman materi secara mendalam bagi peserta didik.

Kekhasan adat Melayu Jambi langsung terasa pada awal acara saat para tamu undangan disambut dengan Tari Persembahan Tanah Pilih Pusako Betuah yang dibawakan oleh siswa MAN 1 Kota Jambi. Agenda kemudian dilanjutkan dengan pembukaan serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah. Suasana khidmat semakin diperkuat melalui pembacaan puisi penuh penghayatan oleh Ananda Syamil, salah satu siswa yang terlibat dalam penulisan buku Antologi Puisi Karya Siswa MAN 1 Kota Jambi.
Setelah prosesi penyambutan, acara dilanjutkan dengan rangkaian sambutan resmi. Kepala MAN 1 Kota Jambi, H. Muhammad Aman, M.Pd.I., menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi tinggi atas dedikasi panitia serta kehadiran seluruh guru MAN 1 Kota Jambi selaku peserta. Dukungan penuh juga disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jambi, Dr. H. Abdullah Saman, M.Pd.I., yang menekankan pentingnya inovasi kurikulum demi menjawab tantangan zaman di tingkat madrasah.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kasi PD Pontren) Kemenag Kota Jambi, Ahmad Faisol, S.Pd.I., M.M., sebagai bentuk dukungan atas terselenggaranya workshop tersebut. Sebagai puncak pembukaan, acara dibuka secara resmi melalui pembinaan oleh Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, Faizan, S.Ag., M.H. Dalam kesempatan tersebut, beliau memberikan arahan strategis terkait tata kelola dan administrasi kurikulum madrasah yang adaptif.
Sebagai inti dari kegiatan ini, Masita, S.Pd., M.Pd., hadir sebagai narasumber sekaligus pemateri utama yang mengupas tuntas formula KBC. Dalam sesi materinya, beliau menekankan pentingnya pendekatan emosional yang tulus dalam dunia pendidikan demi kenyamanan belajar siswa.

"Kurikulum Berbasis Cinta mengajarkan kita untuk menyentuh hati siswa sebelum menyalurkan ilmu. Dengan pendekatan yang tepat, proses pembelajaran mendalam akan tercipta secara alami demi masa depan anak didik kita," tutur Masita di hadapan para peserta.
Workshop intensif ini membedah berbagai materi krusial dan aplikatif bagi para tenaga pendidik. Pada hari pertama, fokus diarahkan pada penyusunan regulasi KBC serta strategi implementasinya pada aspek intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, hingga pembentukan iklim budaya madrasah yang berlandaskan pada lima pilar Pancacinta. Memasuki hari kedua, pembahasan beralih pada penentuan mata pelajaran pilihan di tingkat Madrasah Aliyah (MA) yang dilanjutkan dengan praktik nyata penyusunan dokumen kurikulum secara langsung oleh para guru.
Setelah seluruh rangkaian materi kelas selesai, para guru diarahkan turun ke lapangan untuk merasakan esensi Pancacinta, khususnya cinta alam dan lingkungan. Kegiatan dilanjutkan dengan Deklamasi Kisah Inspiratif "Cerita Buya Hamka" dan "Cerita Natsir" yang dinarasikan oleh Melly Marina Oktavia, S.Pd., Gr. Sebagai bentuk penguatan cinta tanah air, Kepala Madrasah bersama seluruh guru kemudian menyanyikan lagu nasional Tanah Airku, Ibu Pertiwi, dan Indonesia Pusaka.
Suasana penutupan berubah menjadi penuh kehangatan serta keakraban melalui kegiatan tukar kado sebagai bentuk implementasi cinta sesama yang dibimbing langsung oleh Masita. Kegiatan ini diselenggarakan untuk mempererat tali silaturahmi dan menanamkan esensi kasih sayang antar-tenaga pendidik sesuai dengan semangat KBC. Sebagai langkah konkret keberlanjutan program, agenda utama diakhiri dengan pembentukan Tim Pengembang Kurikulum Madrasah yang baru, yang nantinya akan ditetapkan dalam rapat awal tahun pada 9 Juli mendatang.
Acara kemudian resmi ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Taufik Hendradiningrat, S.Pd.I., M.Pd. Selanjutnya, kegiatan diakhiri dengan pembagian sertifikat penghargaan kepada semua guru yang telah berpartisipasi dan berkomitmen penuh selama pelatihan berlangsung. Pelaksanaan agenda besar ini berjalan tertib di bawah arahan dari Muhammad Aman, M.Pd.I., selaku Ketua Panitia, Surya Apriandy, S.Pd., selaku Sekretaris Panitia, serta tidak lepas dari dedikasi Roheli Ningsih, S.Si. dan Rizky Transiska, S.Hum., Gr. selaku anggota panitia.
Penulis : Meli Arnita
Editor : Melly Marina Oktavia
|
40x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...